LIFE IS NEVER FLAT

Blogroll


Ketika hidup memberi kata TIDAK atas apa yang kamu inginkan, percayalah, Tuhan selalu memberi kata YA atas apa yang kamu butuhkan

== Welcome to ERI-WIDI"S BLOG ==

Emosi tidak akan membimbingmu pada suatu pemikiran atau tindakan positif. Oleh sebab itu tenangkan dirimu

== Welcome to ERI-WIDI"S BLOG ==

Kamu tak akan bisa mendapatkan yang kamu inginkan jika kamu terlalu sibuk mengeluhkan apa yang telah kamu miliki. Bersyukurlah!

== Welcome to ERI-WIDI"S BLOG ==

Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan

== Welcome to ERI-WIDI"S BLOG ==

Ketika kamu membenci seseorang, kamu sedang membuat hidupmu semakin rumit

== Welcome to ERI-WIDI"S BLOG ==

Tak peduli seburuk apapun masa lalumu, cintai dirimu. Hari ini kamu bisa memulai yg baru. Beri yg terbaik tuk masa depanmu

Minggu, 30 Oktober 2011

FISIKA KLASIK DAN FISIKA MODERN

Fisika klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, biasanya termasuk teori relativitas khusus dan teori relativitas umum. Pendewasaan fisika klasik. bagi pengembangan teori tentang asal-usul jagat raya ini. Tampaknya pada masa kehidupan Sir Isaac Newton di abad ke-17 kedua pertanyaan itu belum menjadi amunisi dalam aktualisasinya, tetapi aktualisasi kreativitasnya lebih dicurahkan pada upaya mengkonstruksi hukum-hukum tentang gerak berdasarkan dokumen tertulis dari Galileo dan Keppler. Pernyataan bagi realitas gerak suatu benda memerlukan dimensi ruang dan waktu, yaitu berapa lama waktu yang diperlukan benda tersebut untuk menempuh suatu jarak perpindahan tempat. Walaupun sudah terbiasa dengan gejala fisis seperti itu, tetapi dapat saja timbul pertanyaan mana yang lebih dulu harus dikonsepkan: [1] apakah benda harus terlebih dahulu tercipta, kemudian disediakan ruang dan waktu ? [2] ataukah ruang dan waktu terlebih dahulu tercipta kemudian benda ditempatkan di dalamnya ?. Pertanyaan ini pada awal abad ke-20. Dalam mekanika klasik dimana besaran amplitudo tidak terbatas (kontinu) dan perilaku materi serta energi pada skala makro dengan kecepatan yang masih dapat dijangkau oleh indera. Fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu Fisika yang mempelajari perilaku materi dan energi pada skala atomik dan partikel-partikel subatomik atau gelombang. Pada prinsipnya sama seperti dalam fisika klasik, namun materi yang dibahas dalam fisika modern adalah skala atomik atau subatomik dan partikel bergerak dalam kecepatan tinggi. Untuk partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya, perilakunya dibahas secara terpisah dalam teori relativitas khusus. Ilmu Fisika Modern dikembangkan pada awal abad 20, dimana perumusan-perumusan dalam Fisika Klasik tidak lagi mampu menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada materi yang sangat kecil. Fisika Modern diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa besaran energi suatu benda yang beosilasi(osilator) tidak lagi bersifat kontinu, namun bersifat diskrit (kuanta), sehingga muncullah istilah Fisika Kuantum dan ditemukannya konsep dualisme partikel-gelombang. Konsep dualisme dan besaran kuanta ini merupakan dasar dari Fisika Modern. Dalam hal ini dibahas konsep, hipotesa dan eksperimen yang menjadikan landasan pengembangan fisika modern serta penerapan fisika modern, dalam berbagai bidang seperti kedokteran, telekomikasi, dan industri.
KONSEP FISIKA MODERN
Fisika Modern secara umum dibagi menjadi dua bagian pembahasan yaitu Teori kuantum lama dan Teori Kuantum Modern. Teori Kuantum lama memperkenalkan besaran-besaran fisika, seperti energi merupakan besaran diskrit bukan besaran kontinu seperti halnya dibahas dalam mekanika klasik. Teori kuantum lama diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa energi yang dipancarkan oleh sumber (berupa osilator) bersifat kuanta/diskrit karena hanya bergantung pada frekuensinya bukan pada amplitudo seperti dalam mekanika klasik dimana besaran amplitudo tidak terbatas (kontinu). Pada tahun 1900 Max-Planck merumuskan besaran energi yang bersifat diskrit dalam merumuskan energi yang dipancarkan oleh benda hitam yaitu :
E =nhf
dimana n = 1, 2, 3, ... dan h = 6,626 x 10-34 Joule/detik (konstanta Planck).
Albert Einstein pada tahun 1905 menggunakan konstanta Planck dalam merumuskan energi yang dipancarkan oleh berkas cahaya/foton (penemuan efek fotolistrik). Konsep yang paling mendasar dalam fisika modern adalah konsep dualisme Partikel(materi) dan gelombang, dimana partikel berperilaku sebagai gelombang dan gelombang berperilaku sebagai partikel. Konsep ini sangat penting karena perilaku partikel dan gelombang semuanya sudah dipelajari dan diamati di fisika klasik. Konsep dualisme partikel-gelombang ini diamati oleh 2(dua) eksperimen yaitu efek fotolistrik oleh Albert Einstein dan eksperimen difraksi partikel/elektron oleh G.P. Thomson dan Davison Germer.

PENGUKURAN

1. Besaran Fisis Standar dan Satuannya
Besaran fisika terdiari atas besaran pokok dan besaran turunan. Pada Tabel 1 diperlihatkan beberapa besaran pokok dalam satuan Internasional (SI).
Tabel 1. Satuan-satuan dasar SI

Besaran
Satuan
Simbol
Panjang
meter
m
Massa
kilogram
kg
Waktu
sekon
s
Arus listrik
Ampere
A
Temperatur
Kelvin
K
Jumlah zat
mole
m
Intensitas cahaya
candela
cd

Satuan standar pada Tabel 1 sering dinyatakan dalam bentuk pembanding. Dalam menyatakan beasaran fisika, pembanding sangat dibutuhkan agar penulisannya lebih sederhana. Pembanding tersebut harus dinyatakan dengan kaidah yang baku dengan cara meletakannya pada awal satuan. Awalan-awalan yang lebih dari satu berasal dari Bahasa Yunani, sedangkan awalan yang kurang dari satu berasal dari Bahasa Latin, kecuali femto dan atto berasal dari Bahasa Denmark. Pada Tabel 2 diperlihatkan awalan-awalan pembanding yang lazim digunakan saat ini.
Tabel 2. Awalan-awalan pembanding dalam SI
Faktor
Awalan
Simbol
Faktor
Awalan
Simbol
101
deka
da
10-1
desi
d
102
103
hekto
kilo
h
k
10-2
10-3
senti
mili
c
m
106
mega
M
10-6
mikro
µ
109
giga
G
10-9
nano
n
1012
tera
T
10-12
piko
p
1015
peta
P
10-15
femto
f
1018
eksa
E
10-18
atto
a

Contoh 1 :
Problem : “Kumpulan elektron yang bermassa 2 x 10-7 gram pada prinsipnya dapat melintasi aksektor sepanjang 5 x 1010 meter selama 2 x 10-16 sekon.”
Rangkai ulang pernyataan di atas menggunakan angka pembanding pada Tabel 2.
Solusi : “Kumpulan elektron yang bermassa 2 µg pada prinsipnya dapat melintasi aksektor sepanjang 5 Mm selama 2 x 10-16 fs.”
[Note : pernyataan di atas dimaksudkan untuk mengetahui pembanding, bukan merupakan pernyataan ilmiah].
*Sebagai bahan latihan, rangkai ulang secara bebas kalimat di atas dengan memanfaatkan Tabel 2.
Selain besaran pokok yang telah diuraikan pada Tabel 1, dikenal pula basaran turunan untuk merepresentasikan besaran fisis. Sebagai contoh kecepatan (m/s), percepatan (m/s2), gaya (kg. m/s2) dan sebagainya. 
2. Konversi Satuan
Konversi satuan merupakan perubahan ukuran satuan fisis menjadi satuan lain yang ekuivalen. Factor konversi umumnya bernilai 1. Sebagai contoh 1 mil = 1.61 km, 1m = 39.37 inci, 1 tahun cahaya = 9.461 x 1015 m, 1 eV = 1.602 x 10-19 J, 1 hp (horse power) = 746 W dan sebagainya.
Contoh 2: Berapakah nilai ekuivalen dari 90 km/jam dalam meter per sekon dan dalam mil per jam?
Solusi : Penyelesaian kasus ini membutuhkan factor konversi dasar 1000 m = 1 km; 1 jam = 3600 s; 1 mil = 1.61 km
Konversi 90 km/jam ke m/s :
90 km : A m = 1 km : 1000 m           A = 9000 m
90 km / 1 jam = 90000 m / 3600 s = 25 m/s.
Konversi 90 km/jam ke mil/jam :
1 mil : 1.61 km = B mil : 90 km           B = 90/1.61 = 55.9 mil
55.9 mil / 1 jam = 55.9 mil/jam.
3. Aturan Angka Signifikan
Penulisan angka-angka sebagai hasil pengukuran maupun perhitungan dalam sistem fisis memerlukan kaidah angka signifikan atau lazim dikenal dengan angka penting. Jumlah angka signifikan dalam operasi matematika pada sistem fisis tidak boleh lebih besar dari jumlah terkecil angka signifikan yang dilibatkan dalam operasi tersebut.
Contoh 3 :
Hitunglah jumlah dari 1,040 dan 0,2134
Solusi : Bilangan pertama 1,040 mempunyai tiga angka signifikan, sedangkan bilangan kedua 0,2134 mempunya empat angka signifikan yang masing-masing terletak di belakang koma. Dengan menggunakan aturan angka penting, maka hasil penjumlahan kedua bilangan tersebut mempunyai tiga angka signifikan, diperoleh :
1,040 + 0, 2134 = 1,2534 (salah penulisannya)
                          = 1,253   (benar penulisannya)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN TEKANAN UDARA MENGGUNAKAN SENSOR TEKANAN ABSOLUT

Oleh : Riyanto (Program Studi Fisika Universitas Jenderal Soedirman)
PENDAHULUAN
Pengukuran tekanan udara memegang peranan yang sangat penting dalam bidang industri dan fisika. Pada saat ini banyak industri yang memanfaatkan konsep tekanan dalam proses industri. Oleh karena itu, pengukuran diperlukan dalam pemantauan dan pengendalian suatu proses. Dalam bidang fisika eksperimen, pengukuran diperlukan dalam analisis data. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat diperlukan alat/sensor yang mempunyai ketelitian tinggi. Saat ini banyak alat pengukur tekanan udara yang telah dibuat baik yang analog maupun digital. Biasanya pengukuran secara digital mempunyai ketelitian yang lebih tinggi daripada pengukur analog. Dengan berkembangnya teknologi komputer maka sistem pengukuran secara digital berbasis komputer dapat dibuat untuk meningkatkan perfoma alat dan mempermudah penggunaan. Sistem pengukuran tekanan udara berbasis komputer akan mempunyai keakuratan yang tinggi apabila didukung oleh transduser/sensor yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan sensor PASCO CI-6532A yang mempunyai resolusi sebesar 0,5 kPa. Selain itu PASCO CI-6532A mempunyai jangkauan pengukuran yang cukup besar yaitu antara 0 – 700 kPa.
PERUMUSAN MASALAH
Pembuatan sistem pengukur tekanan berbasis komputer memerlukan pemrograman untuk mengolah data yang berasal dari transduser. Dalam penelitian ini akan digunakan bahasa pemrograman LabVIEW. Secara garis besar masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Perancangan sebuah sistem pengukur tekanan udara menggunakan sensor tekanan absolut PASCO CI-6532A yang dapat dihubungkan dengan personal computer (PC) .
2. Pembuatan program menggunakan bahasa pemrograman LabVIEW untuk mengolah dan menampilkan hasil pengukuran pada PC.
TUJUAN
Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah:
1. Merancang sebuah sistem pengukur tekanan udara menggunakan sensor tekanan absolut PASCO CI-6532A berbasis PC.
2. Membuat program menggunakan bahasa pemrograman LabVIEW untuk mengolah dan menampilkan hasil pengukuran pada PC.
MANFAAT
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi cara merancang sistem pengukur tekanan udara berbasis komputer dan membuat program untuk mengolah data dan menampilkan hasil pada komputer. Sistem ini dapat digunakan dalam bidang fisika untuk eksperimen pembuktian hukum gas (hukum Boyle dan hukum Gay-Lusac), serta dapat diaplikasikan dalam bidang industri untuk memonitor perubahan tekanan pada suatu reaksi kimia secara real time.
Untuk info selengkapnya silahkan tulis komentar anda.

RANCANG BANGUN ALAT UKUR KETINGGIAN AIR DENGAN KAPASITOR SILINDER BERBASIS KOMPUTER

Oleh : MUHAMMAD FADLOLI (Program Studi Fisika Universitas Jenderal Soedirman)
PENDAHULUAN
P   Pada tempat-tempat penampungan fluida seringkali diperlukan suatu mekanisme untuk mengetahui ketinggian permukaan fluida. Sebagian besar mekanisme pengukuran ketinggian fluida masih berupa cara-cara manual, misalnya dengan melihat dan melakukan pengukuran secara langsung pada tempat penampungan. Cara manual merupakan cara yang paling sederhana dan mudah, tetapi akan mengalami kesulitan jika letak penampungan fluida sulit dijangkau manusia, misalnya di atap bangunan, atau bila penerangan di sekitar penampungan fluida kurang. Dengan demikian diperlukan suatu mekanisme pengukur ketinggian permukaan fluida secara otomatis, salah satunya adalah dengan membuat sensor pengukur ketinggian air. Sensor ini kemudian dipasang di tempat penampungan air. tersebut Tampilan untuk melihat hasil pengukuran sensor tidak perlu dekat dengan sensor, dan dapat ditempatkan di tempat lain sesuai dengan kebutuhan. Sistem seperti itu memungkinkan  hasil pengukuran dapat dilihat dengan mudah setiap saat. Metode ini sangat efisien dibandingkan dengan metode secara manual, karena dalam satu tempat dapat memantau beberapa penampungan air tanpa harus melihat langsung ke setiap penampungan tersebut.

Berbagai bentuk dan model sensor ketinggian air telah dikembangkan untuk mengetahui perubahan ketinggian air. Sensor yang sering digunakan adalah inframerah, ultrasonik dan masih banyak sensor yang lainnya untuk mengukur perubahan ketinggian air. Sistem menggunakan sensor ultrasonik membutuhkan biaya yang cukup mahal, sedangkan sensor inframerah kurang stabil dalam pengukuran karena masih terpengaruh oleh gerakan air. Pada penelitian ini ditunjukkan pilihan lain untuk mengukur perubahan ketinggian air dengan sistem yang murah dan efisien. Sistem ini memanfaatkan perubahan kapasitansi pada kapasitor silinder akibat adanya perubahan bahan dielektrik.
Pemanfaatan kapasitor silinder sebagai sensor ketinggian air merupakan suatu inovasi sederhana dan efektif.  Sensor ketinggian air adalah sensor yang digunakan untuk melakukan pengukuran perubahan ketinggian air.  Prinsip kerja sensor ketinggian  air  ini adalah memberikan luaran berupa besaran listrik sebagai akibat adanya air yang berada di antara lempeng kapasitor silinder.  Keunggulan metode ini adalah pengukuran  dapat langsung dilakukan secara mudah efisien dan nilai ketinggian air langsung dapat diketahui. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penelitian yang akan dilakukan adalah pembuatan sensor ketinggian air menggunakan kapasitor silinder. 
TUJUAN
1. Membuat sensor ketinggian air mengunakan kapasitor silinder;
2.  Membuat program interface menggunakan software  LabVIEW7.1;
3. Membuat alat ukur ketinggian air;
4. Melakukan pengujian alat meliputi kalibrasi, histerisis, kestabilan dan respon sensor.
MANFAAT

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yang akan dilakukan adalah menambah metode pengukuran ketinggian air yang lebih mudah diaplikasikan dan menambah pengetahuan tentang sistem pengukuran ketinggian air.
RANCANGAN PENELITIAN
Untuk info selengkapnya silahkan tulis komentar anda.

RANCANG BANGUN ALAT UKUR GAYA TEKAN DENGAN KAPASITOR LEMPENG SEJAJAR

Oleh : Irfa Aji Prayogi (Program Studi Fisika Universitas Jenderal Soedirman)
PENDAHULUAN
Secara naluriah, gaya diartikan sebagai pengaruh (lingkungan) dalam bentuk dorongan atau tarikan yang menyebabkan benda berubah posisi. Pengukuran sebuah gaya diperlukan untuk kegiatan laboratorium, alat-alat pabrik yang menggunakan sistem mekanis, timbangan dll. Pengukuran gaya secara manual dapat menggunakan sebuah instrumen berupa lempeng yang ditopang oleh pegas pada bagian bawah dan terhubung pada lengan skala. Saat ada gaya luar dapat berupa gaya tekan atau tarikan yang bekerja maka ada perubahan jarak antara lempeng dengan bagian dasar. Dengan mengakuisisi perubahan jarak dengan gaya yang dikenakan akan diperoleh sebuah alat ukur/ tranduser gaya.
Saat ini dikenal beberapa sensor yang digunakan sebagai tranduser gaya antara lain sensor kapasitif, sensor piezoelektrik, sensor strain gauge. Penggunaan sensor piezoelektrik dan strain gauge sebagai tranduser gaya memerlukan biaya yang tinggi, teknik pembuatan yang rumit serta bahan yang sulit diperoleh. Sensor Kapasitif sebagai tranduser gaya merupakan teknik yang memerlukan biaya rendah, bahan mudah diperoleh dan cukup mudah dalam pembuatannya.
Sensor kapasitif bekerja karena perubahan jarak pada dua lempeng akan mengakibatkan perubahan kapasitansi sebuah kapasitor. Umumnya tranduser gaya manual menggunakan pegas/benda elastis untuk menopang lempeng dinamis. Penggunaan pegas pada alat ukur dalam jangka waktu yang lama dan kontinu akan mengakibatkan terjadinya perubahan nilai konstanta pegas. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut pada penelitian ini sebagai pengganti fungsi pegas digunakan dua buah magnet yang dihadapkan sekutub (timbul reaksi tolak menolak). Selain itu juga memanfaatkan perubahan tegangan pada kapasitor lempeng sejajar terhadap jarak antar lempeng.
TUJUAN PENELITIAN
Materi Tugas Akhir I ini bertujuan
2. Karakterisasi fungsi transfer,Kalibrasi dan akurasi alat ukur gaya menggunakan kapasitor lempeng sejajar
MANFAAT PENELITIAN
Adanya terobosan teknologi rekayasa sederhana untuk memantau gaya berupa gaya tekan (gaya berat) serta merangsang mahasiswa untuk dapat menerapkan materi fisika dasar dalam rancang bangun alat ukur gaya dan besaran fisis lainnya.
RANCANGAN PENELITIAN

Gambar 1.  Desain alat ukur gaya tekan dengan lempeng sejajar

Untuk info selengkapnya silahkan tulis komentar anda.

RANCANG BANGUN SENSOR GETARAN MENGGUNAKAN MAGNET DAN SOLENOIDA BERBASIS KOMPUTER

Oleh : RISTYO YOGI PRIASTOMO (Program Studi Fisika Universitas Jenderal Soedirman)
PENDAHULUAN :
Getaran adalah gerakan bolak balik suatu benda yang terjadi di sekitar titik keseimbangannya, kuat lemahnya dipengaruhi oleh besar kecilnya energi yang diberikan. Namun biasanya, getaran yang terjadi memiliki amplitudo yang sangat kecil dan tidak dapat dideteksi oleh manusia secara langsung. Dari kenyataan ini muncul gagasan untuk membuat suatu alat yang dapat mendeteksi getaran yang dinamakan sensor getaran. Sensor getaran merupakan alat yang dapat mendeteksi adanya suatu perubahan fisis berupa getaran kemudian sinyal tersebut tersebut diubah menjadi sinyal listrik/elektrik berupa tegangan. 
Berbagai bentuk dan model sensor getaran telah dikembangkan untuk mengetahui perubahan amplitudo dan frekuensi getaran. Sensor yang sering digunakan adalah fototransistor, ultrasonik dan masih banyak sensor yang lainnya untuk mengukur getaran. Pada penelitian ini ditunjukkan pilihan lain untuk mengukur getaran dengan sistem yang mudah dan efisien. Sistem ini memanfaatkan perubahan tegangan induksi magnetik pada solenoida akibat adanya perubahan fluks magnetik yang terjadi antara magnet yang bergerak dalam solenoida.
Terinspirasi dari hal tersebut serta percobaan yang dilakukan Faraday maka, pada penelitian ini akan dirancang sensor getaran dengan memanfaatkan fenomena induksi magnetik, yaitu ketika sebuah kumparan (solenoid) yang bergerak terhadap magnet atau sebaliknya magnet yang bergerak di dalam solenodia maka akan menghasilkan tegangan induksi.  Apabila kumparan dan magnet didesain sedemikian rupa, sehingga ketika ada pengaruh getaran dari luar akan menyebabkan magnet bergerak keluar masuk solenoida, hal ini mengakibatkan adanya induksi magnetik yang dapat menghasilkan tegangan. Tegangan keluaran yang dihasilkan oleh sensor dapat dikonversikan menjadi besar amplitudo dan frekuensi getaran yang dideteksi dengan cara menghubungkan tegangan keluaran dengan rangkaian antarmuka sensor. Komponen penting untuk merancang sensor ini adalah magnet permanen dan kumparan (solenoida).
Pemanfaatan magnet dan solenoida sebagai sensor getaran merupakan suatu inovasi sederhana dan efektif.  Sensor getaran adalah sensor yang digunakan untuk mengukur amplitudo dan frekuensi getaran pada suatu tempat.  Prinsip kerja sensor getaran ini adalah memberikan keluaran berupa besaran listrik sebagai akibat adanya perubahan fluks karena induksi oleh magnet dan solenoida.  Keunggulan metode ini adalah pengukuran  dapat langsung dilakukan secara mudah efisien dan nilai amplitudo dan frekuensi langsung dapat diketahui. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penelitian yang akan dilakukan adalah pembuatan sensor getaran menggunakan magnet dan solenoida berbasis komputer.
Penelitian dengan judul Rancang Bangun Sensor Getaran Menggunakan Magnet dan Solenoida Berbasis Komputer bertujuan:
1.   Merancang dan membuat sensor getaran dengan menggunakan solenoida dan magnet yang berbasis komputer menggunakan program LabVIEW 7.1;
2.     Karakterisasi besaran yang terukur oleh rancangan sensor yang meliputi kalibrasi, kestabilan sensor dan waktu respon sensor.
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yang akan dilakukan adalah
1.      Menambah metode pengukuran amplitudo dan frekuensi getaran yang lebih mudah diaplikasikan serta menambah pengetahuan tentang sistem pengukura getaran;
2.        Dapat diaplikasikan sebagai sensor kecepatan;
3.        Digunakan sebagai sensor getaran tanah untuk mendeteksi gempa pada sebuah gedung.
RANCANGAN PENELITIAN :
Gambar 1. Rancangan Sistem Osilator Mekanik 
Untuk info selengkapnya silahkan tulis kometar anda.

PERANCANGAN SENSOR KELEMBABAN TANAH DENGAN KAPASITOR SILINDER

Oleh : Rianto (Program Studi Fisika Universitas Jenderal Soedirman)
PENDAHULUAN
Berbagai isu lingkungan telah menarik perhatian masyarakat luas, terutama yang berkaitan dengan permasalahan akibat perubahan kondisi lingkungan seperti banjir, kekeringan, pemanasan global, dan lain-lain.  Krisis lingkungan yang terjadi dalam skala nasional maupun global tersebut, telah mengancam keberadaan seluruh makhluk hidup di bumi.  Perkembangan suatu wilayah umumnya diikuti oleh perubahan kondisi lingkungannya sebagai konsekuensi pembangunan dan segala aktivitas penduduknya.  Kelembaban tanah merupakan salah satu variabel kunci dalam proses hidrologi yang berperan penting dalam menentukan ketersediaan air sebagai unsur yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Secara umum, kelembaban tanah adalah air yang ditahan pada ruang di antara partikel tanah.  Kelembaban tanah merupakan salah satu parameter penting untuk banyak proses hidrologi, biologi dan kimia.  Informasi kelembaban tanah diperlukan untuk kalangan luas di pemerintahan maupun swasta yang antara lain berkaitan erat dengan cuaca dan iklim, potensi runoff dan kontrol banjir, erosi tanah dan kemiringan lereng, manajemen sumber daya air, geo-teknik, dan kualitas air.  Informasi kelembaban tanah juga bisa digunakan untuk prediksi cuaca, peringatan awal kekeringan, penjadwalan irigasi, dan perkiraan panen. Penentuan kadar air tanah dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah metode gravimetrik.  Metode gravimetrik merupakan metode konvensional yang memiliki akurasi yang cukup baik.  Dalam metode gravimetrik dilakukan pengukuran berat tanah sebagai variabel dalam pengukuran kelembaban tanah.  Prinsip metode ini adalah membandingkan berat air tanah terhadap berat tanah kering.  Meskipun cara ini sederhana, namun metode gravimetrik harus dilakukan di laboratorium sehingga penerapannya membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak untuk mendapatkan satu nilai kelembaban tanah. Metode pengukuran kelembaban tanah yang lain adalah metode penginderaan jauh.  Metode penginderaan jauh mampu memberikan informasi kelembaban tanah pada area yang lebih luas.  Pemanfaatan penginderaan jauh dalam studi kelembaban tanah didasarkan pada data citra satelit kemudian dintegrasikan dengan data lapangan.  Kelemahan metode penginderaan jauh yaitu metode ini tidak secara langsung memberikan informasi kelembaban tanah, sehingga variabel elektromagnetik yang diukur oleh penginderaan jauh harus dikaitkan dengan kelembaban tanah menggunakan algoritma tertentu.  Selain itu untuk memperoleh data citra satelit di Indonesia membutuhkan biaya yang mahal. Pemanfaatan kapasitor silinder sebagai sensor kelembaban tanah merupakan suatu inovasi sederhana dan efektif.  Sensor kelembaban tanah adalah sensor yang digunakan untuk melakukan pengukuran kelembaban tanah.  Prinsip kerja sensor kelembaban tanah  ini adalah memberikan luaran berupa besaran listrik sebagai akibat adanya air yang berada di antara lempeng kapasitor silinder. Keunggulan metode ini yaitu pengukuran dapat langsung dilakukan secara mudah di lapangan dan nilai kelembaban tanah langsung dapat diketahui. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penelitian yang akan dilakukan adalah pembuatan sensor kelembaban tanah menggunakan sensor silinder.
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah:
1.   Merancang sensor kelembaban tanah menggunakan kapasitor silinder.
2.   Mengetahui karakteristik tegangan keluaran kapasitor silinder terhadap perubahan kelembaban.
MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yang akan dilakukan adalah:
1. Sebagai studi awal bagi penelitian selanjutnya yaitu karakterisasi sensor kelembaban tanah berbasis kapasitor silinder.
2. Menambah metode pengukuran kelembaban tanah yang lebih sederhana dan efisien.
3. Sistem ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang terutama bidang pertanian guna memonitor kelembaban tanah supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Untuk info selengkapnya silahkan tuliskan komentar anda.

eriwidi46.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.


Lakukan yg dapat km lakukan hari ini, sehingga besok km dapat melakukan yg tak dapat km lakukan hari ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More